Tuesday, June 8, 2010

W = 0

Tahukah kawan? Baru petama kali saya mengalami ini. Kisah yang amat saya sayangkan untuk terjadi di dalam kehidupan saya. Dan entah kenapa hal ini bisa terjadi. Sedih rasanya untuk menceritakannya tapi, saya sangat tidak tahu harus kepada siapa lagi saya membagi. Percayalah, hal ini sungguh tidak enak rasanya. Lebih tidak enak dibanding sakit gigi, jatuh dari tangga maupun keracunan! Kejam memang kata-kata saya, tapi inilah realita. Kenapa saya bilang lebih tidak enak dibandingkan penyakit-penyakit diatas? Karena masalah saya berkaitan dengan orang lain dan yang saya paling tidak suka ialah harus bertempur dengan hati, jiwa, raga dan pendirianmu diuji disini. Tidak berlebihan samasekali. Kalau sakit, yang menanggung hanya diri kita sendiri bukan? tidak harus melibatkan orang lain. Ya! itu memang benar.

Lagi-lagi masalah CINTA! saya paling tidak suka bila terlibat dalam masalah ini. Serius!! Dua orang, bukan empat ya empat orang yang terlibat disini! Antara saya, dirimu, dia dan orang lain. Tak usahlah dibahas bagaimana masalah ini berawal. Intinya, saya bingung apa yang terjadi dengan dirimu kawan. Saya mempunyai niat baik untuk mendamaikan dirimu dan dia. Tapi kenapa dirimu tak tahu itu? tahukah selama dua-hari-dua-malam saya memikirkan masalah dirimu dan dia? sampai hilang nafsu makan saya. Saya serius disini. Bilang! bilang bahwa saya orang paling bodoh yang ada di dunia yang fana ini! buat apa saya memikirkan masalah dirimu dan dia hingga membuang waktu, tenaga dan pikiran saya? Yah mungkin itu namanya usaha, tapi baru saya tahu ini yang disebut usaha saya SIA-SIA! Bila diibaratkan dalam rumus fisika, begini jadinya W = 0 ya, itu dia. USAHA YANG SAYA LAKUKAN BERNILAI NOL!! Kenapa NOL? karena, sama sekali tiada hasil. Tiada hasil yang menunjukkan bahwa masalah ini SELESAI. Malah membuat masalah ini semakin RUNYAM!

Kawan, sekali lagi. Saya sayang dengan dirimu dan dia. Kalian teman terdekat saya selama ini. Mengapa dia harus melibatkan orang lain dalam masalah ini? dan mengapa dirimu melibatkan saya dalam masalah ini pula? Kenapa? Saya ingin mati rasanya bila terus dalam keadaan ini. Saya sangat berharap saya dapat menjauh dari dirimu dan dia. Apapun itu caranya. Kejam memang, tapi sekali lagi kawan ini realita. Saya tidak tahu apa yang ada di pikiran dirimu. Tidakkah dirimu merasa terlalu sabar dan terlalu baik saya untuk dirimu? Ya Allah, bantu saya untuk keluar dari masalah yang pelik ini. Saya tidak tahu apakah saya harus menyelesaikan atau keluar dari masalah ini. Jika diberi pilihan, saya akan memilih untuk keluar dari masalah ini. Biarkan masalah ini tak selesai (jika memang itu harus). Biarkan masalah ini bergantung hingga akhirnya jatuh dan selesai sendiri. Biar waktu yang menjawab. Saya sudah tidak sanggup berada disini. Dan untuk saat ini saya lebih memilih untuk menjauh dari dirimu dan dia. Tolong, jangan biarkan saya dan orang lain jadi korban. Anggap saja saya tidakpernahmengenaldirimudandia. Biarkan saya dan orang lain itu menjauh. Tolong cuci otak saya untuk melupakan masalah yang pernah tejadi ini untuk selamanya.

No comments:

Post a Comment

 

blogger templates | Make Money Online